Bokken atau yang sering disebut dengan pedang kayu biasanya digunakan dalam berlatih Beladiri Aikido maupun Kendo. Tetapi ada beberapa aliran beladiri yang selain Aikido ataupun Kendo yang biasa menggunakan bokken. Pada kali ini kita akan membahas mengenai tips dan trik bagaimana cara memilih bokken. Berikut diantaranya:

jual bokken

1. Jenis Kayu
Ada banyak jenis kayu yang digunakan untuk membuat pedang bokken. Di Indonesia sendiri kayu yang sering digunakan adalah kayu jati, akasia, bengkirai, sonokeling, merbau, ulin, dan kayu besi. Dalam hal ini kita akan membahas 3 jenis kayu saja. Yang mana kayu ini sering digunakan dalam mebuat bokken atau pedang kay, yakni kayu jati, bengkirai, dan kayu sonokeling.

Yang perlu untuk diperhatikan dalam menentukan jenis kayu akan kita pilih dalam membuat bokken atau pedang kayu tentunya sebagai fungsi atau tujuan bokken tersebut. Kebanyakan orang berfikir kalo kayu ‘jati’ adalah kayu yang paling keras dan tahan terhadap benturan.

Tetapi pada kenyataannya bila kita urutkan dari yang paling lunak sampai kayu yang paling keras dari 3 jenis kayu tadi, maka kayu yang paling lunak adalah kayu jati, kemudian disusul oleh kayu bengkirai, baru setelah itu adalah kayu sonokeling. Apabila diurutkan dari sisi berat, maka lagi-lagi kayu jati adalah kayu yang paling ringan. Setelah itu disusul oleh kayu sonokeling dan kemudian bokken kayu bengkirai.

Dan kayu yang paling bagus untuk dijadikan sebagai bahan untuk membuat bokken adalah kayu bengkirai dan kayu sonokeling. Karena keduanya adalah jenis kayu yang keras, sehingga tahan saat digunakan untuk benturan.

Kalau ingin menggunakan kayu jati sebaiknya itu digunakan untuk pajangan saja. Karena kayu jati memiliki tekstur yang bagus dan juga artistik. Keawetannya pun lebih terjamin. Apalagi kalau kayu tersebut dilapisi dengan cat kayu atau pelapis sejenisnya.

2. Ukuran
Untuk ukuran standard sendiri, biasanya panjang dari keseluruhan bokken kira-kira sekitar 100cm sampai 102cm. Tetapi sebenarnya ukuran bokken itu disesuaikan dengan ukuran tinggi tubuh para penggunanya. Dalam keadaan berdiri, bila gagang itu bokken dipegang dan juga diarahkan ke bawah, maka seyogyanya masih punya jarak setidaknya beberapa cm dari permukaan tanah.

3. Ujung Bokken
Ada beberapa jenis ujung pada bokken. Ada yang memiliki bentuk sedikit membulat, ada juga yang agak runcing, atau tumpul. Dalam pelatihan Aikido pada kelas anak-anak, umumnya menggunakan ujung bokken yang tumpul. Hal ini sangat diperhatikan karena anak-anak biasanya tidak bisa menahan atau meng-kontrol gerakan, sehingga apabila menggunakan ujung bokken yang runcing akan sangat membahayakan.

Itu tadi tips-tips memilih bokken, dan yang tidak kalah penting adalah membeli bokken pada toko yang menjual bokken berkualitas. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *